Bone — cobrainvestigasi.my.id
Di tengah kemeriahan acara, Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, tampil ke atas panggung untuk berduet dengan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin.
Duet ini adalah tamparan keras bagi protokoler yang selama ini dianggap sebagai "tembok" pembatas. Ketiga pemimpin ini tidak hanya sedang bernyanyi , mereka sedang meruntuhkan mitos bahwa efektivitas pemerintahan harus terkunci di balik meja rapat dan surat formalitas.
Di tengah tuntutan zaman yang menuntut eksekusi cepat, hubungan personal yang cair justru menjadi aset strategis. Mereka membuktikan bahwa sinergi tidak lahir dari dokumen birokrasi yang panjang, melainkan dari keberanian untuk turun dari mimbar kekuasaan.
Kehadiran Ketua DPRD Soppeng di Bone bukan sekadar tamu undangan, melainkan simbol dan menjadi sinyal kuat babak baru sinergi lintas wilayah yang lebih progresif dan inklusif di Sulawesi Selatan.
Di tengah tantangan regional yang kian kompleks, menuntut eksekusi cepat, hubungan cair di luar meja rapat adalah aset strategis yang mematikan kebuntuan komunikasi lintas wilayah.
Ketua LPKN Soppeng, Alfred, memberikan apresiasi tajam atas aksi tersebut. Ia menilai bahwa kemampuan pemimpin untuk melebur adalah tanda bahwa mereka tidak sedang menjaga jarak dengan rakyat, melainkan tengah membangun basis kekuatan politik yang lebih solid dan humanis.
Menurut , Alfred, ini adalah gaya kepemimpinan yang progresif mengabaikan ego wilayah dan menggantinya dengan kemitraan yang cair, inklusif, dan solutif.
"Mereka berhasil meruntuhkan dinding pembatas antara elit dan rakyat. Ini adalah pesan tegas bahwa budaya politik masa depan harus santun namun tetap progresif, di mana kolaborasi tidak lagi harus menunggu surat resmi," tegas Alfred, Jum'at (5/6).
( Taufiq )
