![]() |
| Gambar ilustrasi |
SOPPENG — cobrainvestigasi, Dugaan praktik penimbunan dan penjualan kembali Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Soppeng kembali menjadi sorotan. Di tengah keluhan masyarakat dan petani yang harus menghadapi antrean panjang serta keterbatasan pasokan, muncul informasi mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang memperoleh solar subsidi dalam jumlah besar untuk kemudian diperjualbelikan kembali.
Sejumlah masyarakat mempertanyakan keseriusan pihak terkait dalam mengungkap dugaan praktik tersebut yang disebut-sebut telah berlangsung cukup lama.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, terdapat oknum atau kelompok tertentu yang diduga menimbun solar bersubsidi untuk kemudian dijual kembali dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Dugaan tersebut semakin menjadi perhatian karena solar bersubsidi yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan disebut-sebut justru diduga mengalir untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan.
Menurut informasi dari sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, BBM tersebut diduga digunakan oleh pihak-pihak yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi atau BBM industri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Diduga Tak Hanya Beredar di Soppeng
Persoalan ini juga disebut tidak berhenti pada distribusi di wilayah Kabupaten Soppeng.
Berdasarkan keterangan dari sumber berbeda, terdapat informasi bahwa solar yang diduga berasal dari jalur subsidi tersebut disebut-sebut dijemput oleh pihak dari luar daerah.
Jika informasi tersebut benar dan dapat dibuktikan, persoalan ini tentu menjadi lebih serius karena menyangkut dugaan penyalahgunaan barang bersubsidi serta distribusi BBM yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Kondisi tersebut juga berpotensi semakin mempersempit akses masyarakat yang memang membutuhkan solar untuk aktivitas sehari-hari, khususnya para petani dan pelaku usaha kecil.
Nama Oknum Disebut Beredar, Publik Bertanya
Yang tak kalah menjadi sorotan, nama sejumlah oknum yang diduga berkaitan dengan praktik tersebut disebut-sebut telah lama beredar di tengah masyarakat.
Informasi itu kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan warga: mengapa dugaan tersebut seolah belum menemukan titik terang?
“Apakah memang ada yang melindungi, atau pihak terkait pura-pura tidak tahu?” demikian pertanyaan yang disampaikan masyarakat kepada media, Selasa (25/8/2026).
Pertanyaan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang selama ini merasakan sulitnya memperoleh BBM bersubsidi, khususnya solar.
Petani Antre, Dugaan Penimbunan Justru Mencuat
Para petani selama ini kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi. Mereka harus menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU, sementara pasokan yang tersedia dinilai terbatas.
Di sisi lain, muncul dugaan adanya pihak tertentu yang mampu memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar untuk kepentingan komersial.
Situasi tersebut dinilai ironis.
Sebab, apabila BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah justru diduga dialihkan kepada pihak yang tidak berhak, maka masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat berpotensi menjadi pihak yang paling dirugikan.
Subsidi yang seharusnya membantu masyarakat justru berpotensi berubah menjadi sumber keuntungan bagi pihak tertentu apabila dugaan penyalahgunaan tersebut benar-benar terjadi.
Polres Soppeng Didesak Turun Tangan
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Polres Soppeng dan instansi terkait tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi melakukan langkah penyelidikan apabila memang terdapat informasi dan bukti awal yang dapat ditindaklanjuti.
Masyarakat juga meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan tidak tebang pilih.
Jika nantinya ditemukan bukti adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi, siapa pun yang terlibat diharapkan dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebaliknya, apabila informasi yang beredar ternyata tidak benar, masyarakat juga berharap pihak berwenang memberikan penjelasan secara terbuka sehingga tidak berkembang menjadi fitnah atau keresahan di tengah masyarakat.
Publik Menunggu Jawaban
Dugaan praktik penimbunan dan penjualan kembali solar bersubsidi ini kini menjadi perhatian publik.
Masyarakat tidak hanya mempertanyakan siapa yang berada di balik dugaan distribusi tersebut, tetapi juga bagaimana BBM bersubsidi dalam jumlah besar diduga dapat berpindah tangan hingga keluar daerah.
Publik pun menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan apakah informasi tersebut memiliki dasar yang cukup untuk dilakukan penyelidikan.
Sebab, jika dugaan tersebut benar, persoalannya bukan lagi sekadar antrean panjang di SPBU, melainkan menyangkut dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.
Kini pertanyaan besar berada di hadapan aparat penegak hukum: apakah dugaan praktik mafia solar bersubsidi di Soppeng akan benar-benar dibongkar hingga ke akar-akarnya, atau kembali berhenti sebagai isu yang tak pernah menemukan kejelasan?
( Taufiq )
