SOPPENG — cobrainvestigasi.my.id Sebuah truk pengangkut material batu yang melintas di Jalan Poros Warue, Kabupaten Soppeng, menjadi perhatian karena muatannya tampak menjulang di atas bibir bak kendaraan dan diduga tidak menggunakan penutup terpal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila material terjatuh saat kendaraan sedang melaju.
Peristiwa itu disaksikan langsung oleh seorang wartawan pada Rabu, 22 Juli 2026, ketika truk tersebut melintas di ruas Jalan Poros Warue. Muatan yang terlihat melebihi tinggi bak serta tidak tampak adanya penutup pengaman memunculkan kekhawatiran akan potensi material berjatuhan ke badan jalan yang dapat membahayakan pengendara lain, khususnya pengendara sepeda motor.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM LPKN Kabupaten Soppeng, Alfred Surya Putra Panduu, mengimbau seluruh pengelola tambang maupun pemilik armada angkutan material agar mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pengangkutan.
"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pengelola tambang dan pemilik armada harus memastikan setiap muatan diangkut dengan aman, tidak melebihi kapasitas yang dapat membahayakan pengguna jalan, serta menggunakan pengaman yang memadai agar material tidak berjatuhan di jalan," tegas Alfred.
Menurutnya, penggunaan terpal atau pengaman muatan merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko material tercecer di jalan yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Selain itu, muatan yang melebihi kapasitas juga berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan dan membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Alfred juga berharap instansi terkait, termasuk aparat kepolisian dan dinas yang memiliki kewenangan di bidang perhubungan, dapat meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material yang beroperasi di wilayah Kabupaten Soppeng. Pengawasan yang lebih intensif dinilai penting sebagai upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan publik.
"Imbauan ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar aktivitas pengangkutan material tetap memperhatikan keselamatan bersama. Jangan sampai kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah justru berujung pada musibah yang merenggut nyawa," tutupnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati saat berkendara di belakang maupun di sekitar kendaraan pengangkut material serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.
( Taufiq )
