![]() |
| Gambar Ilustrasi |
SOPPENG — cobrainvestigasi, Pengawasan terhadap penggunaan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Soppeng tahun anggaran 2026 mulai diperketat. Tim gabungan yang terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan lokal Soppeng menyatakan siap turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah penerima bantuan.
Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LSM-LPKN) Soppeng, Alfred Panduu, menegaskan bahwa setiap sekolah yang mendapatkan anggaran revitalisasi harus dikawal secara bersama-sama agar pelaksanaannya benar-benar sesuai peruntukan.
Menurut Alfred, pengawasan tersebut penting untuk mengantisipasi munculnya dugaan penyalahgunaan anggaran maupun praktik-praktik yang berpotensi menguntungkan kelompok atau pihak tertentu.
“Kami dari LSM LPKN bersama teman wartawan lokal Soppeng akan turun dalam bentuk tim pada setiap sekolah yang mendapatkan bantuan tahun ini,” jelas Alfred kepada media, Kamis (27/8/2026).
Ia menegaskan, anggaran revitalisasi sekolah pada prinsipnya merupakan uang negara yang bersumber dari masyarakat. Karena itu, penggunaan dan pelaksanaannya harus transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Alfred bahkan mengingatkan agar program pemerintah tersebut jangan sampai hanya menjadi formalitas di atas kertas, sementara pelaksanaannya justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengejar keuntungan pribadi.
“Jangan sampai bantuan pemerintah yang bersumber dari uang rakyat hanya diatasnamakan, namun dimanfaatkan bagi kelompok tertentu demi kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, tim nantinya akan mencermati pelaksanaan pekerjaan di lapangan, termasuk kesesuaian antara bantuan yang diterima dengan pekerjaan yang dilaksanakan.
Jika ditemukan adanya dugaan kejanggalan, pihaknya menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan mendorong agar persoalan tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah LSM-LPKN bersama wartawan lokal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa anggaran revitalisasi sekolah bukan ruang untuk bermain-main. Setiap rupiah yang digelontorkan pemerintah harus kembali pada tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas dan keamanan fasilitas pendidikan bagi para siswa.
Publik kini menunggu: apakah seluruh anggaran revitalisasi benar-benar digunakan untuk kepentingan sekolah, atau justru ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan di balik program tersebut?
( Charlie )
