SOPPENG — cobrainvestigasi, Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Soppeng yang seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarinstansi justru diwarnai sejumlah kejadian yang menjadi sorotan.
Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar berbagai perlombaan antarinstansi sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Namun, suasana yang semestinya penuh kegembiraan dan sportivitas justru dikabarkan memanas akibat insiden dalam pertandingan yang melibatkan sejumlah peserta dari unsur Pemerintah Desa (Pemdes) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Kondisi tersebut kembali mengundang perhatian publik, terlebih sebelumnya sempat mencuat polemik antara Pengadilan Negeri (PN) Watansoppeng dan Sekretariat Daerah (Setda) Soppeng.
Rangkaian kejadian tersebut membuat istilah “Massallo” di Soppeng kembali menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat.
Ketua LSM LPKN Kabupaten Soppeng, Alfred Surya Putra Panduu, menyatakan keprihatinannya terhadap sejumlah kejadian yang muncul dalam lingkungan kegiatan pemerintahan.
Menurut Alfred, aparatur pemerintah maupun pihak yang mewakili institusinya seharusnya mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.
“Kami sangat menyayangkan kalau kegiatan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan yang tidak mencerminkan semangat sportivitas. Apalagi mereka membawa nama institusi masing-masing,” ujar Alfred.
Minta Bupati Bertindak Tegas Alfred juga meminta Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE untuk tidak tinggal diam apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran atau tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh peserta maupun pihak yang terlibat.
Ia berharap Bupati dapat memberikan sanksi tegas dan terukur kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa melihat jabatan maupun institusinya.
“Kalau memang terbukti ada tindakan yang melanggar aturan atau mencoreng nama baik institusi, kami meminta Bupati Soppeng memberikan sanksi tegas. Jangan sampai ada kesan bahwa kegiatan seperti ini boleh dilakukan tanpa konsekuensi,” tegas Alfred.
Menurutnya, pejabat maupun aparatur yang mengikuti kegiatan tersebut semestinya mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
“Mereka seharusnya memberikan contoh yang baik. Kalau justru melakukan tindakan yang tidak terpuji, tentu sangat disayangkan. Karena itu perlu ada evaluasi dan tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Alfred menegaskan bahwa perlombaan dalam rangka HUT RI bukan sekadar mencari kemenangan, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan antarlembaga.
“Menang atau kalah itu hal biasa dalam pertandingan. Jangan sampai karena ingin menang, rasa persaudaraan dan nama baik institusi dipertaruhkan,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng segera melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian perlombaan dan memastikan setiap kegiatan berjalan dengan menjunjung tinggi sportivitas, etika serta rasa saling menghormati.
Menurut Alfred, momentum HUT ke-81 RI seharusnya menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa aparatur dan lembaga pemerintahan mampu menjadi contoh dalam menjaga persatuan.
“Semangat kemerdekaan harus diisi dengan persaudaraan, bukan pertikaian. Kalau ada yang terbukti melakukan pelanggaran, berikan pembinaan bahkan sanksi sesuai aturan. Ini penting sebagai bentuk ketegasan pemerintah,” pungkasnya.
( Taufiq )
