Iklan

Aktivitas Penyedotan Pasir di Sungai Walanae Dikeluhkan Warga, Bantaran Sungai Disebut Makin Tergerus

Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T01:44:38Z

 


BONE — cobrainvestigasi, Aktivitas penyedotan pasir yang diduga ilegal di wilayah Desa Lea, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, kembali menuai keluhan warga. Aktivitas penyedotan menggunakan perahu disebut berlangsung hampir setiap hari di Sungai Walanae dan dinilai warga berpotensi mengancam keselamatan serta keberadaan lahan dan rumah di Kampung Tonrongnge.


Kekhawatiran warga tersebut muncul lantaran kondisi bantaran Sungai Walanae di sekitar permukiman disebut telah mengalami longsor. Bahkan, salah satu rumah warga kini dikabarkan hanya berjarak sekitar dua meter dari bibir sungai.


Warga khawatir apabila terjadi longsor susulan, pondasi rumah tersebut dapat ikut terdampak akibat tanah di sekitar bantaran sungai yang semakin tergerus.


Salah seorang warga yang ditemui media ini pada Kamis (17/9/2026) mengaku keberatan dengan aktivitas penyedotan pasir yang disebut terus berlangsung di sekitar permukiman.


“Iye, kami selaku masyarakat sangat merasa keberatan dengan aktivitas tambang tersebut karena sangat membahayakan tanah kami. Bahkan ada salah satu rumah warga hanya tinggal sekitar dua meter saja dari Sungai Walanae akibat longsor. Kalau longsor lagi, pasti pondasinya ikut terseret,” ungkapnya.


Menurut warga, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari pihak berwenang. Mereka meminta aparat memastikan legalitas aktivitas pertambangan, termasuk memeriksa perizinan serta menilai dampaknya terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.


Warga juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Bone dan Polda Sulsel, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan.


“Maka dari itu, kami selaku masyarakat meminta pihak kepolisian jangan tutup mata terkait hal itu. Khususnya pihak Polres Bone serta Polda Sulsel. Turun pantau lokasi dan segera menghentikan aktivitas tambang tersebut di sekitar lokasi kami,” pintanya.


Warga berharap pemerintah dan aparat terkait tidak menunggu hingga terjadi longsor yang lebih parah atau rumah masyarakat mengalami kerusakan.


Mereka meminta adanya pemeriksaan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk legalitas aktivitas penyedotan pasir dan dampaknya terhadap lingkungan. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, warga berharap dilakukan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola aktivitas penyedotan pasir terkait keluhan warga tersebut.


Media ini juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak pengelola maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai legalitas dan pelaksanaan aktivitas penyedotan pasir di Sungai Walanae, Desa Lea.



( Taufiq )

Komentar

Tampilkan

  • Aktivitas Penyedotan Pasir di Sungai Walanae Dikeluhkan Warga, Bantaran Sungai Disebut Makin Tergerus
  • 0

Terkini

Iklan