Iklan

Proyek P3A Baringeng Rapuh, Pengawasan Dipertanyakan

Rabu, 09 September 2026, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T10:51:15Z
Gambar Ilustrasi 


SOPPENG — cobrainvestigasi, Kualitas pekerjaan proyek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Baringeng di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mendapat sorotan. Bangunan irigasi yang disebut menelan anggaran APBN sebesar Rp195 juta pada Tahun Anggaran 2026 tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, menyusul ditemukannya sejumlah bagian bangunan yang diduga mengalami persoalan kualitas.


Berdasarkan pantauan media lokal Soppeng pada Rabu (9/9/2026), sejumlah bagian bangunan irigasi terlihat mengalami kondisi yang memprihatinkan. Pada beberapa permukaan bangunan, material tampak mudah mengeluarkan debu dan terlihat kurang kokoh. Bahkan, permukaan tertentu disebut mudah terkelupas ketika digosok menggunakan tangan.


Selain kondisi permukaan bangunan, pada bagian lantai juga terlihat adanya retakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan proyek tersebut tergolong masih baru atau belum lama selesai dikerjakan.


Temuan di lapangan tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas material, metode pelaksanaan pekerjaan, hingga proses pengawasan selama kegiatan berlangsung.


Pengawasan Ikut Dipertanyakan


Kondisi fisik bangunan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dilakukan selama proses pekerjaan.


Secara prinsip, pengawasan yang memadai diperlukan untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, mutu material, serta ketentuan program. Apabila ditemukan ketidaksesuaian sejak tahap pelaksanaan, persoalan tersebut semestinya dapat segera ditindaklanjuti sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.


Selain persoalan kualitas fisik, seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan juga mempertanyakan aspek manfaat dan lokasi proyek bagi masyarakat petani.


“Proyek itu dinilai tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat petani karena lokasinya. Jangan sampai kegiatan hanya mengejar pencairan anggaran, bukan benar-benar berdasarkan kebutuhan petani,” ujar sumber tersebut.


Namun, pernyataan tersebut masih berupa penilaian sumber dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis maupun administrasi oleh pihak yang berwenang.


Terlebih, proyek tersebut disebut menggunakan dana APBN sehingga pelaksanaannya diharapkan benar-benar sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima program.


Ketua P3A Belum Memberikan Klarifikasi


Upaya meminta klarifikasi kepada Ketua P3A Baringeng terkait kondisi bangunan tersebut telah dilakukan. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan mengenai kondisi fisik bangunan, kualitas pekerjaan maupun persoalan manfaat proyek.


Ketiadaan tanggapan tersebut membuat sejumlah pihak berharap adanya penjelasan dari pengelola maupun instansi terkait agar informasi mengenai pelaksanaan proyek dapat diketahui secara terang.


APH Diminta Turun Memeriksa


Sejumlah masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) dan pihak terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap proyek P3A Baringeng.


Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis, volume pekerjaan, kualitas material, lokasi kegiatan, serta ketentuan program P3A yang dilaksanakan secara swakelola.


Pemeriksaan juga diharapkan tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan. Apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian, aspek perencanaan, penggunaan anggaran, pelaksanaan pekerjaan, hingga mekanisme pengawasan dinilai perlu ditelusuri secara menyeluruh.


Dengan nilai anggaran yang disebut mencapai Rp195 juta, masyarakat tentu berharap proyek tersebut menghasilkan bangunan yang berkualitas serta benar-benar memberikan manfaat bagi petani.


Apakah kondisi bangunan tersebut disebabkan persoalan teknis, kualitas material, metode pelaksanaan, lemahnya pengawasan, atau faktor lainnya, hal tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan administrasi oleh pihak yang memiliki kewenangan.


Catatan: Proyek P3A Baringeng disebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp195 juta dan dilaksanakan secara swakelola.



( Taufiq )

Komentar

Tampilkan

  • Proyek P3A Baringeng Rapuh, Pengawasan Dipertanyakan
  • 0

Terkini

Iklan